Lakukan Vaksin Herpes Zoster dan Ciri-cirinya yang Perlu Diwaspadai


Herpes zoster atau disebut juga sebagai cacar api merupakan penyakit infeksi yang disebabkan virus varicella-zoster, yang juga menyebabkan cacar air. Virus ini dapat hidup dalam tubuh seseorang yang sudah sembuh dari cacar air. Pada tahun 2017, FDA menyetujui vaksin herpes zoster sebagai pencegahan penyakit cacar api. 

Anda tidak bisa terkena cacar api dari orang lain, tetapi jika Anda tidak pernah kena cacar air sebelumnya, bisa terkena cacar air dari penderita cacar api. Setelah terkena cacar air, virus masih berada dalam tubuh Anda dan bisa menyebabkan cacar api kemudian. Umumnya yang terkena virus varisela ini adalah orang dengan daya tahan tubuh lemah. 

Orang berdaya tahan tubuh lemah, seperti orang yang lanjut usia, rentan terkena virus. Meski belum ada obat untuk penyembuhannya tetapi bisa dicegah dengan vaksin herpes zoster. 

Shingles Prevention Study dalam penelitiannya menyebutkan bahwa Vaksin herpes zoster bisa menurunkan risiko terkena cacar api hingga 51.3% serta mencegah nyeri pasca herpes mencapai 66.5%. Untuk penderita cacar api, vaksin tersebut bisa membantu dalam mengurangi rasa sakit hingga 61.1%. 

Di dalam uji klinis, lebih dari 90% vaksin dianggap efektif mencegah cacar api. Untuk pemberiannya, disarankan dalam dua dosis yang terpisah 2-6 bulan pada orang dewasa yang telah berusia 50 tahun ke atas. Pemberian vaksin juga disarankan untuk orang yang telah mendapat vaksin cacar api hidup atau Zostavax. 

Ciri-ciri Cacar Api yang Perlu Diberi Vaksin Herpes Zoster

Ciri-ciri awal herpes zoster

Penderita akan merasakan rasa nyeri dan sensasi panas yang muncul di bagian depan tubuh, misalnya pada dada, perut, wajah hingga kaki dan tangan. Hal ini menjadi salah satu gejala khas cacar api yang membedakannya dari cacar air. 

Kadang kala rasa nyeri ini diikuti rasa gatal atau kebas di salah satu sisi tubuh. Apabila terjadi pada anak-anak, rasa nyerinya tidak terlalu parah. Selain rasa nyeri pada kulit, penderita biasanya juga mengalami beberapa gangguan kesehatan seperti nyeri otot dan sendi demam, sakit kepala, mudah lelah serta sakit perut. 

Ciri-ciri utama herpes zoster

Dalam jangka 5 hari, infeksi pada bagian saraf bisa menyebabkan kulit mengalami pembengkakan hingga di permukaan kulit muncul ruam merah. Jika pada cacar air, ruamnya menyebar, berbeda dengan cacar api yang memiliki ruam bintik kemerahan yang memusat pada salah satu area kulit. Ruam hanya terbentuk di salah satu bagian tubuh penderita, umumnya pola persebaran yang memusat ini ditemukan diare lingkar pinggang.

Ruam merah akan berubah melenting atau lepuhan kulit berisi cairan. Rasanya gatal dan memberi sensasi perih luar biasa. Selanjutnya dalam waktu 10 hari, lenting ini akan mengering berbentuk kerak. Jika penderita membiarkannya tanpa digaruk, lenting bisa mengelupas sendiri lalu terbentuk kulit luar baru.

Pada penderita berusia 60 tahun lebih, rasa perihnya akan sangat terasa. Rasa nyeri ini bisa menghilang di awal atau malah terasa terus hingga ruam mengering. 

Nah itu tadi beberapa ciri-ciri infeksi cacar api atau herpes zoster yang perlu diwaspadai. Sebaiknya lakukan Vaksin Herpes Zoster untuk mencegah penyakit tersebut. Jika Anda tinggal di Bandung, Anda dapat memanfaatkan aplikasi Halodoc untuk mencari klinik terdekat untuk melakukan vaksin Bandung untuk orang-orang tercinta. Demikian informasi mengenai Herpes Zoster semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar untuk " Lakukan Vaksin Herpes Zoster dan Ciri-cirinya yang Perlu Diwaspadai"